Pages

Minggu, 30 Desember 2012

Cara Nabi Muhammad SAW Berpolitik

Nabi Muhammad SAW terkenal sebagai sosok pemimpin umat yang sempurna, dimana segala hal tentangnya adalah mulia. Dalam memimpin umatnya, beliau menggunakan Al-kitab dan Al-qur'an sebagai dasar-dasar konstitusional. "Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata, dan telah kami turunkan bersama mereka Al-kitab dan neraca (keadilan), supaya manusia dapat melaksanakan keadilan".


Ali Syariati dalam bukunya A Visage of Prophet Muhammad, menggambarkan tentang bagaimana cara rasul menjadi pemimpin militer, "Tidak ada pemimpin militer, sehubungan dengan operasi militernya sendiri, yang mampu melibatkan dirinya dalam perang sebanyak itu(64 atau 65 kali), dalam sepuluh tahun kepemimpinannya dibidang sosial dan politik". Dalam kehidupan pemerintahan sehari-hari beliau lebih sering melihat masalah dengan terjun langsung ke lapangan, misalnya saat ada seorang wanita yang mengadukan kehidupan keluarganya kepada Nabi Muhammad SAW, dan dengan seksama rasulullah mendengarkan wanita tersebut.

Pada hakikatnya, politik yang dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah bersih. Dalam mengalahkan lawan politiknya, seperti kaisar Romawi dan Persia, beliau menggunakan cara dengan musyawarah mufakat, namun ketika ada penolakan secara tidak baik atau melecehkan, beliau dengan tegas menyatakan perang.

Walaupun rasulullah beragama Islam tetapi beliau tetap berusaha menjaga keharmonisan antara umat beragama. Seperti yang diungkapkan Marshal G Hodgson dalam bukunya The Venture of Islam, "Masyarakatnya(Nabi Muhammad SAW), terdiri dari berbagai unsur heterogen yang diorganisasi secara lebih baik dibanding sistem organisasi masyarakat Mekkah, baik secara relijius maupun politik".
Sumber: blogsemualengkap.blogspot.com

1 komentar:

Juny Zalisa mengatakan...

Izin share ya akhi :)

Poskan Komentar